MEDIA TRANSMISI WIRELESS
Rangkuman Materi Pert. ke-7
MEDIA TRANSMISI WIRELESS
1. Media Trasmisi Jaringan
Medium
yang digunakan komputer untuk mengirim dan menerima pesan disebut media
transmisi. Setiap media memiliki spektrum electromagnet yang berbeda. Spektrum
elektromagnet menggambarkan lebar jalan yang dimiliki media yang dapat dilalui
sinyal dari satu komputer ke komputer yang lain.
2. Media Transmisi Wireless
Suatu
media yang digunakan untuk mengirimkan data, dimana arah ujung yang satu dengan
ujung yang lainnya tersebar. Menggunakan sebuah media antenna dalam mengirimkan
atau menerima sinyal ke udara berdasarkan spektrum elektromagnetik. Suatu media transmisi data yang tidak
memerlukan kabel dalam proses transmisinya, Media ini memanfaatkan sebuah
antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara atau air. Tiga macam wilayah
frekuensi antara lain :
1. Gelombang mikro (microwave) 2 – 40 GHz
2. Gelombang radio 30 Mhz – 1 GHz
3. Gelombang inframerah
3. Jenis – Jenis Media Transmisi Wireless
1. Satelit
Jenis Media Transmisi yang menggunakan
Satelit sebagai penerima sinyal dari stasiun bumi dan memancarnya ke stasiun
bumi lainnya. Satelit pada umumnya mengorbit di pada ketinggian 36.000 km dari
permukaan bumi. Setiap satelit yang mengorbit akan beroperasi pada sejumlah
band frekuensi yang disebut dengan channel transponder. Media Transmisi ini
sering digunakan untuk Siaran Televisi, Telepon Jarak Jauh dan Jaringan Bisnis
Privat (Private Business Network).
2. WiFi
WiFi adalah standar untuk WLAN yang dibuat
oleh WiFi Alliance berdasarkan IEEE 802.11. Tujuan WiFi adalah memungkinkan
komunikasi yang terjalin dengan baik pada berbagai perangkat wireless dari
beragam pabrik pembuatnya. WiFi diimplementasikan pada PC, Laptop, smartphone
dan berbagai perangkat mobile lainnya.
3. Bluetooth
Menggunakan frekuensi 2,4 GHz dan
menggunakan teknik FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum). Jaringan yang
menggunakan bluetooth sebagai interfacenya biasa disebut Piconet atau PAN
(Personal Area Network). Jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter).
4. Wimax (Wireless Interopebality for
Microwave Access)
Sebuah tanda sertifikasi untuk perangkat
sesuai dengan standar IEEE 802.16. Selain itu WIMAX adalah sebuah platform
untuk membangun alternatife dan pelengkap dari jaringan broadband.
5. Microwave
Gelombang microwave adalah gelombang elektromagnetic
dengan panjang gelombang antara 1 milimeter hingga 1 meter. Gelombang ini
memiliki frekuensi di anatara 300 MHz (0,3 GHz) hingga 300 GHz. Gelombang mikro
termasuk gelombang dengan
frekuensi super tinggi (super high
frequency,SHF) dengan standar SHF adalah 3 hingga 30 GHz atau 10 hingga 1 cm
panjang gelombangnya.
6. GSM/CDMA
·
GSM
GSM (global system for mobile communications),biasa
disebut sebagai second generation mobile communication technology atau 2G.
Jaringan GSM terdiri dari :
1. Mobile Station (MS) : sebenarnya MS adalah handset
beserta SIM (suberiber identity module).SIM adalah modul yang membuat handset
mempunyai identitas dan sistem autentikasi sendiri.
2. Base Station (BS) : merupakan interface antara MS
dan infrastruktur jaringan GSM.
3. Network : MSC (mobile switching center) merupakan
inti dari network GSM yang menangani registrasi,autentikasi,ruting percakapan
dan lain-lain.
·
CDMA
Code Division Multiple Access (CDMA) adalah sebuah bentuk pemultipleksan
(bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang
membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA),namun dengan cara
mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal
yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi kontruktif dari kode-kode
khusus untuk melakukan pemultipleksan.
4. Jenis – Jenis Antena Jaringan
1. Antena Grid
Antena ini merupakan salah satu antena wifi
yang populer. Fungsinya adalah dimana antena ini adalah menerima dan mengirim
signal data dengan sistem gelombang radio 2,4 Mhz.
- Kelebihan :
1. Jangkauan jauh
2. Beam sanat besat sehingga saat pointing
lebih mudah
- Kekurangan :
1. Beam sangat kecil sehingga saat pointing
harus benar benar pas
2. Mudah terkena interfensi dan jangkauan
pendek
2. Antena Sectoral
Antena yang juga di gunakan untuk access
point to serve a point-to-multi-point (P2MP) links. Sudut pancaran antena ini
adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan
agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.
- Kelebihan :
1. Relative berbiaya rendah
2. Relative lebih aman
3. Reabilitas
- Kekurangan :
1. Kurang fleksibel jika ada ekspansi
2. Mobilitas yang kurang
3. Kelemahan pada konfigurasi
3. Antena Omni
Antena yang memiliki pola pemancaran sinyal
ke segala arah dengan daya sama. Antena ini hanya memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya
atau 360 derajat.
- Kelebihan :
1. Mempunyai frekuensi jaringan 360 derajat
2. Membuatnya mudah
3. Tidak perlu banyak biaya
- Kekurangan :
1. Proses konneksi ke internetnya lama,
karna terlalu banyak membagi-bagi
sinyal di 360 tersebut.
4. Antena Parabolic
Memiliki fungsi dan frekuansi yang sama
dengan antena grid. Memiliki jangkauan lebih jauh dan lebih fokus dibandingkan
antena Grid. Digunakan untuk aplikasi point to point jarak jauh.
- Kelebihan :
1. Dapat digunakan untuk menerima 3
satellite sekaligus tanpa harus menggerakkan antenna.
2. Dapat menampilkan gambar dari semua TV
dari satelit yang ditangkap dalam sekejap.
3. Signal quality dapat maksimum.
- Kekurangan :
1. Tidak dapat digunakan menangkap satelit
lebih dari 5.
5. Antena Yagi
Yagi adalah antena yang paling umum
digunakan dalam aplikasi yang beroperasi di atas 10 MHz. Antena ini terdiri
dari 3 bagian, meliputi driven, reflector, dan director. Driven merupakan titik
catu dari kabel antena. Panjang fisik driven biasanya adalah setengah panjang
gelombang frekuensi radio yang diterima atau dipancarkan. Reflektor merupakan
bagian belakang antena yang digunakan untuk memantulkan sinyal. Panjang fisik
reflector biasanya lebih panjang dari driven. Sedangkan director merupakan
bagian pengarah antenna. Bagian ini ukurannya lebih pendek dari driven.
-Kelebihan :
1. Penguatan Dapat diatur sesuai kebutuha.
2. Penggunaan prinsip antena direksional.
3. Bias digunakan pada frekuensi tinggi
- Kekurangan :
1. Bahan untuk merangkai cukup banyak
2. Pembuatan dan penghitungan relative
sulit.
5. Spesifikasi Jaringan Wifi menurut
standar IEEE
Standard Wireless LAN dari IEEE 802.11,
terdiri dari :
• 802.11a
– Frekuensi : 5.15 - 5.35 GHz to 5.725 -
5.825 GHz
– Kecepatan : 54 Mbps
• 802.11b
– Frekuensi : 2.4000 GHz to 2.2835 GHz
– Kecepatan : 11 Mbps
• 802.11g
– Frekuensi : 2.4 GHz
– Kecepatan : 54 Mbps
6. Komponen Dasar WLAN
1. Wireless Network Adapters (WLAN Card)
·
PCI
·
USB
·
PC Card / PCMCIA
2. Access Point
3. Antena






Komentar
Posting Komentar