MEDIA TRANSMISI WIRED
Rangkuman Materi Pert. ke- 6
MEDIA TRANSMISI WIRED
1. Physical Layer Serta Tujuannya
Merupakan Layer paling bawah dari
layer-layer model OSI. berisi standard-standard untuk menghubungkan komputer ke
media transmisi yang sesungguhnya. Karakteristik dari lapisan Physical Layer
adalah yang menentukan rangkaian kejadian dimana arus bit berpindah melalui
medium fisik. Pada physical layer, komputer mengirimkan bit-bit lewat media
transmisi. Karena komputer menggunakan sinyal electric untuk menghadirkan biner
0 dan 1.
Tujuannya ialah untuk :
1. Menspesifikasikan kebutuhan media untuk jaringan.
2. Format sinyal electrical untuk transmisi
lewat media jaringan.
3. Synchronisasi transmisi sinyal.
4. Deteksi error selama transmisi.
5. Menspesifikasikan standar untuk
berinteraksi dengan media jaringan.
2. Media Transmisi Jaringan
Adalah
Medium yang digunakan komputer untuk mengirim dan menerima pesan disebut media
transmisi. Setiap media memiliki spektrum electromagnet yang berbeda. Spektrum
elektromagnet menggambarkan lebar jalan yang dimiliki media yang dapat dilalui
sinyal dari satu komputer ke komputer yang lain.
·
Jenis Media Transmisi Jaringan
1. Guided (kabel/wired) : Salah satu perangkat
keras komputer berupa kabel yang dirancang khusus dengan kriteria tertentu,
serta memiliki peran penting karena bertugas sebagai penghubung dengan
karakteristik yang dikategorikan sebagai media transmisi terarah
(guided/wireline) yaitu sebuah kondisi dimana gelombang elektromagnetik yang
digunakan dipandu sepanjang fisik, yang diwujudkan dengan menggunakan kabel.
Ø Alasan Menggunakan Kabel :
1) Biaya untuk membangun jaringan kabel masih
jauh lebih murah daripada wireless.
2) Jaringan
kabel cenderung lebih stabil dalam mentransmisikan data.
3) Jaringan kabel juga cenderung tidak
terpengaruh cuaca.
Ø Kelemahan :
1) Membutuhkan jumlah kabel yang banyak untuk suatu
jaringan yang luas dan juga besar.
2) Penempatan kabel yang harus diperhatikan,
agar terhindar dari masalah–masalah kabel, seperti digigit oleh hewan pengerat.
3) Terkadang instalasi yang melibatkan banyak
kabel sering terlihat tidak rapih, dan berantakan oleh kabel.
Ø Kelebihan :
1) Jaringan kabel bisa menyuplai kebutuhan
jaringan di daerah pelosok.
2) Biaya yang dikeluarkan untuk membangun
jaringan lebih murah.
3) Jaringan kabel cenderung lebih stabil dalam
mentransmisikan data.
a. Media
Transmisi Wired
MEDIA TRANSMISI WIRED di mana sinyal terbatas pada
jalur tertentu menggunakan kawat atau kabel. Terdapat beberapa Media seperti :
1) Kabel
Coaxial, Kabel
coaxial adalah jenis kabel yang terdiri atas dua penghantar di mana salah satu
penghantarnya berada di tengah kabel dan dikeliling oleh penghantar satunya lagi
dengan pola melingkar. Prinsip kerja Coaxial dengan cara menghantarkan arus atau
sinyal listrik dari sumber ke tujuan.
Kelebihan : Jangkauan serta kecepatan transmisi yang
dimiliki
oleh kabel Coaxial lebih tinggi meskipun
masih memiliki beberapa batasan-batasan jangkauan tertentu, Proses
pemasangannya cukup kompleks, Teknologi yang dimiliki dan diterapkan pada
jaringan kabel Coaxial masih terbilang sangat umum dan mudah dipahami.
Kelemahan : Lebih mahal dalam urusan biaya pemeliharaan
dan perawatan, Memiliki sifat yang rentan terhadap temperatur atau suhu di
dalam kabel, Jangkauan sinyal yang terbatas, dan memerlukan bantuan repeater
untuk menambah sinyal jarak jauh.
Ada 2 jenis kabel Coaxial : Kabel Coaxial yang tipis ini dikenal sebagai Thinnet 10Base2 yang membawa sinyal Ethernet. Sedangkan Jenis Kabel Coaxial yang tebal ini dikenal sebagai Thicknet 10Base5 yang membawa sinyal Ethernet.
Contoh Kabel Coaxcial :
2) Kabel
Twisted Pair, Kabel twisted pair merupakan kabel jaringan yang didalamnya terdiri
atas beberapa kabel yang saling berpasangan. Sama seperti kabel coaxial, cara
kerja dari kabel Twisted Pair adalah dengan mengahantarkan arus atau sinyal
listrik dari sumber ke tujuan. Bagian kabel Twisted Pair terdiri dari :
Conductor, Isolator, Cable Jacket. Kabel Twisted terdiri dari 2 jenis kabel :
- UTP (unshielded twisted pair), Kabel UTP dalam
aplikasinya tidak mendukung
sebuah perlindungan atau proteksi karena
tidak memilki perlindungan apapun pada bagian kabelnya, maka kabel jenis UTP
ini memiliki kelemahan utama, yaitu sangat rentan dan juga sensitive terhadap
voltase tinggi dan juga medan magnet.
- STP (Shielded twisted pair), Hampir sama
dengan kabel UTP, kabel STP juga memiliki perlindungan di dalam lapisan
kabelnya. Yang membedakan hanyalah bahan yang digunakan untuk melapisi susunan
kabelnya. STP juga memiliki kemampuan yang baik dalam menangkal noise dan
gangguan magnetic. Meskipun secara praktis kabel FTP dan juga kabel STP memilki
banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan UTP.
Karakteristik kabel Twisted Pair :
- Dapat terdiri atas dua, empat atau lebih pasangan kabel.
- Dapat melewatkan sinyal sampai 10 Mbps.
- Koneksi menggunakan RG-45.
- STP tahan gangguan dari pada UTP sehingga
kecepatannya sampai 100 Mbps.
Kelebihan :
a) Instalasi kabel jaringan cukup mudah.
b) Pemeliharaan kabel jaringan terkenal mudah.
c) Harga kabel jaringan ini terkenal mudah.
Kelemahan :
a) Jarak jangkau kabel jaringan relatif
terbatas.
b) Adanya kemungkinan mudah atau dapat disadap.
c) Cukup rentan terhadap interferensi
gelombang elektromagnetik dan mudah terpengaruh noise (gangguan).
Contoh Kabel Twisted Pair :
3) Kabel Fiber
Optik, Kabel fiber optic terdiri dari seikat benang kaca,yang masing-masing mampu mentransmisi pesan
modulasi ke gelombang cahaya. Serat kaca biasanya memiliki diameter 120 mikrometer
dengan yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke
tempat lain hingga jarak 50km tanpa menggunakan repeater. Sinyal-sinyal
gelombang dapat berupa pengkodean komunikasi suara/data komputer.
Karakteristik Kabel Fiber Optik :
- Inti, Pada bagian inti jenis serat kaca berpengaruh pada kualitas
dari kabel fiber optik itu sendiri. Diameter inti serat optik memiliki ukuran
yang berbeda-beda, antara 2 μm hingga 50 μm. Lebih besar diameter inti serat
kaca maka akan semakin baik pula kualitas dan kemampuan si fiber optik ini.
- Cladding, Bagian ini sering disebut juga sebagai jaket
Cladding dan untuk diameternya antara 5 μm – 250 μm. Selain sebagai pelindung
inti, cladding juga berfungsi memancarkan cahaya dari luar kepada inti.
- Coating, lapisan ini juga sering disebut sebagai mantel,
berbeda dengan inti dan cladding yang terbuat dari kaca, untuk lapisan ini
terbuat dari bahan plastik. Fungsi dari mantel ini adalah untuk melindungi
gangguan dari luar seperti lengkungan kabel dan kelembaban udara yang dapat mengakibatkan
kerusakan pada lapisan dalam.
- Strength Member & Outer Jacket, Perlindungan utama berawal dari lapisan
ini. lapisan strength member dan outer jacket merupakan lapisan terluar dari
kabel fiber optik, fungsinya jelas untuk melindungi inti kabel fiber optik dari
gangguan secara
langsung.
Karakteristik Kabel Fiber Optik :
- Konektor yang umum digunakan untuk kabel
jaringan fiber optik adalah konektor ST dan SC.
- Kecepatan transfer data yang mampu
dilakukan kabel fiber optik berada di angka 100 Mbps.
- Biaya rata-rata pernode cukup mahal.
- Diameter kabel jaringan fiber optik dan
dan ukuran konektornya relatif kecil sehingga fleksibel dalam proses instalasi.
Penggunaan kabel Fiber Optik : Pada awalnya, kabel fiber optik hanya digunakan
untuk keperluan khusus, seperti penggunaan
pada jaringan backbone pada suatu perusahaan besar. Namun lama kelamaan,
jaringan dengan menggunakan fiber optic menjadi semakin populer dan digunakan
untuk keperluan jaringan secara umum, bahkan saat ini jaringan internet di
rumah anda pun sudah banyak yang mendukng konektivitas menggunakan fiber optic.
Kelebihan :
a) Kabel jaringan fiber optik dapat mengirim
sinyal lebih jauh(transmisi 2 sd 60 km).
b) Kemampuan kabel jaringan fiber optik yang
tahan lama dan tidak gampang rusak.
c) Kabel jaringan fiber optik juga kuat
terhadap interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekitar kabel.
d) Kabel jaringan fiber optik dapat beroperasi
dengan kecepatan yang sangat tinggi (gigabit perdetik).
Kelemahan :
a) Harga instalasi yang tinggi.
b) Tidak semua provider mau mendukung jaringan
menggunakan fiber optic.
c) Tidak akan berpengaruh banyak jika
digunakan pada jaringan sederhana dan kecil,
d) Kecepatan transmisi masih dibatasi oleh
provider.
Contoh Kabel Fiber Optik :



Komentar
Posting Komentar