PROTOKOL DAN STANDAR JARINGAN TCP/IP MODEL
Rangkuman Materi Pert. ke-4
PROTOKOL DAN STANDAR JARINGAN
TCP/IP MODEL
Protocol
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) merupakan standar
komunikasi data yang digunakan untuk tukar menukar data dari satu komputer ke
komputer yang lain dalam jaringan internet. Protokol ini tidak bisa berdiri
sendiri, karena berupa kumpulan protokol (Protocol Suite).
1. Network Access Layer
Lapisan ini biasa disebut dengan lapisan
link/lapisan data link yang merupakan perangkat keras pada jaringan. Pada
lapisan ini TCP/IP tidak mendefinisikan protocol yang spesifik, melainkan
mendukung semua standar dan proprietary protokol lain. Contoh protokol dan
layanan: IEEE 802.2, X.25, Ethernet, ATM, PPP, SLIP, dll.
2. Internet Layer
Merupakan
protokol internet yang diperlukan fungsinya sebagai pengalamatan, fragmentasi,
dan pengiriman datagram pada jaringan. Format alamat IP pajangnya 32 bit dan
dibagi menjadi 2 bagian, yaitu: Network ID menunjukkan jaringan kemana
host dihubungkan, dan Host ID memberikan suatu pengenal unik pada setiap
host pada suatu jaringan.
·
Internet Control Message Protocol (ICMP)
Protokol yang digunakan untuk membantu
error handling dan prosedur pengaturan.
·
ICMP (Internet Control Message Protocol)
Protokol standar yang menyediakan kemampuan
messaging dalam IP sebagai kompensasi dari defisiensi IP.
·
Address Resolution Protocol (ARP)
Proses pemetaan alamat fisik seperti NIC
yang berasosiasi kepada logical address (alamat IP) =logic ke fisik.
·
Reverse Address Resolution Protocol (RARP)
Merupakan komplemen dari ARP, protokol ini
membantu host untuk menentukan alamat IP dari sebuah alamat perangkat keras.
·
Dnynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
Dimana administrator menentukan kumpulan
alamat IP, disebut scope. Saat sebuah host dikonfigurasikan untuk memperoleh
alamat IP dari DHCP, maka secara otomatis akan diberi alamat dari scope DHCP
yang ada. DHCP mengijinkan jaringan untuk mendukung lebih banyak host dari
jumlah alamat yang tersedia juga memungkinkan administrator untuk menentukan
beberapa parameter yang mengatur administrasi IP, TCP dan beberapa protokol.
3. Transport Layer
Lapisan ini merupakan protokol yang
mengatur aliran data dari dua host. Yang berfungsi untuk mencari jalur
(routing) yang kosong untuk transmisi data pada lapisan ini terdapat dua
protokol yaitu:
·
Transmission Control Protocol (TCP). Berfungsi untuk mengirimkan
data ke tujuan, memeriksa kesalahan, mengrimkan error ke lapisan atas hanya
apabila TCP tidak berhasil mengadakan komunikasi.
·
UDP (User Datagram Protocol). Memberikan alternative transport
untuk proses yang tidak membutuhkan pengiriman yang handal.
4. Application Layer
Application
Layer dalam TCP/IP adalah kombinasi lapisan-lapisan session, presentation dan
application pada OSI. Lapisan aplikasi, tempat dilakukannya proses kerja yang
sesungguhnya. menyediakan program untuk aplikasi pengguna dan bertanggung jawab
atas pertukaran informasi antara program komputer. Dilapisan ini dapat
ditemukan program yang menyediakan pelayanan jaringan seperti: Telnet, FTP, SMTP,
dsb.
·
Telnet
Program yang memungkinkan akses terminal
secara remote lewat suatu jaringan (Port 23) Service yang tersedia melalui
jaringan Telnet: Archie, Gopher, Wais.
·
SMTP (Send Mail Transfer Protocol)
Suatu protokol aplikasi yang merupakan
sistem pengiriman message atau pesan atau e-mail. (Port 25)
·
FTP (File Transfer Protocol)
Protokol sekaligus program yang dapat
digunakan untuk melakukan operasi file dasar pada host remote dan untuk
mentransfer file antar host (Port 20 Transfer Data, 21 Kontrol Data).
§ Model Protokol FTP:
- Control Connection, yang digunakan pada pola hubungan antara client-server
yang normal. Server membuka diri secara pasif di
sebuah port khusus yaitu port 21.
- Data Connection, yang dibangun setiap kali
sebuah file ditransfer antara client-server. Hubungan ini bersifat memaksimalkan
ukuran data yang ditransfer, karena hubungan ini untuk transfer file (Port 20).
5. Persamaan OSI dan TCP/IP
1. Memiliki Application Layer, meskipun
terdapat perbedaan fungsi untuk layer tersebut.
2. Masing-masing menggunakan asumsi pengiriman
paket data secara packet-switched dalam mencapai alamat tujuannya.
3. Masing-masing model menggunakan layer dalam
menjelaskan proses komunikasi data.
6. Perbedaan OSI dan TCP/IP
1. Dalam OSI Layer memiliki 7 layer dalam
menjelaskan proses komunikasi data di dalam jaringan sedangkan pada TCP/IP
hanya memiliki 4 layer.
2. Dalam OSI Layer Proses komunikasi data di
dalam jaringan secara physical, dimodelkan dalam dua layer (Data Link dan
Physical Layer) sedangkan pada TCP/IP dimodelkan dalam satu layer yaitu Network
Access.
3. OSI mengembangkan modelnya berdasarkan
teori, sedangkan TCPmengembangkan modelnya.
Komentar
Posting Komentar